Persatuan Purnawirawan (PP) Polri diharapkan terus berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Selain menjaga semangat pengabdian, para purnawirawan dinilai memiliki pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk membina generasi muda dan mendukung pembangunan daerah.
Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PP Polri Daerah Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 30 Juli 2026. Acara dihadiri Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakapolda Lampung Sumarto, Penasehat PP Polri Daerah Lampung Ike Edwin, Ketua PP Polri Daerah Lampung M. Ihsan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para purnawirawan Polri dari kabupaten dan kota di Lampung.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengalaman dan dedikasi para purnawirawan Polri merupakan modal penting dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta membina generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Rahmat, kontribusi purnawirawan tidak berhenti setelah menyelesaikan masa dinas. Pengalaman yang dimiliki masih dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, juga berkomitmen mendukung pengembangan organisasi PP Polri agar tetap dapat berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pembinaan masyarakat dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menilai sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan PP Polri perlu terus diperkuat. Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan yang mendukung kelancaran pembangunan di Provinsi Lampung.
Peringatan HUT ke-27 PP Polri mengusung tema “Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri Presisi.” Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
