Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menilai tumpang tindih tugas masih menjadi persoalan dalam organisasi Dewan Kerja Gerakan Pramuka. Menurut dia, kondisi itu perlu dibenahi melalui pembagian tugas yang jelas dan penguatan koordinasi antarbidang.
Hal itu disampaikan Wahrul saat menjadi narasumber pada Kursus Pengelolaan Dewan Kerja (KPDK) 2026 yang digelar Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung di Kompleks Kwarda Lampung, Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia hadir mewakili DPRD Provinsi Lampung sebagai Sekretaris Harian Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Lampung.
Menurut Wahrul, persoalan tumpang tindih pekerjaan bukan disebabkan rendahnya partisipasi anggota. Ia menilai seluruh anggota Dewan Kerja merupakan sumber daya manusia yang telah melalui proses seleksi dan memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi.
Namun, tingginya inisiatif anggota belum diimbangi dengan pembagian tugas yang terukur dan proporsional. Selain itu, pembatasan kewenangan antarbidang, mekanisme koordinasi, serta komunikasi internal dinilai masih perlu diperkuat agar tidak terjadi duplikasi pekerjaan.
“Kita membutuhkan generasi muda yang memiliki integritas, semangat pengabdian, dan mampu menjadi agen perubahan. Dewan Kerja harus menjadi wadah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung,” kata Wahrul.
Ia mengatakan anggota Dewan Kerja memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan agar mampu melahirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Wahrul juga mendorong penyusunan pembagian tugas yang lebih jelas, penguatan koordinasi lintas bidang, dan peningkatan transparansi tata kelola organisasi agar seluruh potensi anggota dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kursus Pengelolaan Dewan Kerja 2026 diikuti Dewan Kerja Cabang dan Dewan Kerja Ranting se-Provinsi Lampung. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, administrasi, komunikasi, kemitraan, serta pemanfaatan media digital dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
Selain membahas tata kelola organisasi, peserta juga memperoleh materi mengenai kepemimpinan, peran Dewan Kerja dalam pembangunan daerah, pengambilan keputusan di kwartir, branding organisasi, kemitraan, kewirausahaan, hingga Scout for SDGs.
