DPRD Lampung Dorong PSEL Lampung Raya Jadi Solusi Persoalan Sampah

DPRD Provinsi Lampung mendorong Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya menjadi solusi konkret mengatasi persoalan sampah di Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki mengatakan pembangunan PSEL di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, harus mampu mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar ditimbun menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

PSEL Lampung Raya ditargetkan mampu mengolah hingga 1.168 ton sampah per hari dari tiga wilayah tersebut.

“PSEL harus memberikan manfaat yang nyata. Persoalan sampah harus kita ubah menjadi energi, lingkungan yang lebih bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat Lampung,” ujar Ahmad Basuki, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Ahmad, persoalan sampah membutuhkan solusi jangka panjang karena peningkatan volume sampah berpotensi membebani tempat pemrosesan akhir dan lingkungan.

Karena itu, kehadiran PSEL dinilai dapat menjadi bagian dari perubahan sistem pengelolaan persampahan di Lampung. Sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat diolah menjadi energi listrik.

Namun, ia mengingatkan keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh kapasitas fasilitas pengolahan. Ketersediaan infrastruktur pendukung dan keberlanjutan pasokan sampah juga harus dipastikan.

“Yang kita dorong adalah hasil akhirnya. Sampah berkurang, lingkungan menjadi lebih baik, energi dihasilkan dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” tegasnya.

Ahmad juga meminta pemerintah memastikan sistem pengangkutan dan pengumpulan sampah dari tiga wilayah berjalan optimal. Menurutnya, kapasitas pengolahan yang besar harus didukung tata kelola persampahan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Selain itu, masyarakat sekitar juga perlu dilibatkan dalam keberadaan PSEL, terutama melalui peluang pekerjaan dan peningkatan keterampilan.

DPRD Lampung akan terus mengawasi pelaksanaan program tersebut agar pembangunan PSEL tidak berhenti pada penyelesaian fisik fasilitas, tetapi benar-benar mampu mengurangi timbulan sampah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan kapasitas pengolahan hingga 1.168 ton per hari, PSEL Lampung Raya diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam menangani persoalan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan energi alternatif di Lampung.

Exit mobile version