Kemarau Ancam Kualitas Air, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung meningkatkan pengawasan terhadap kualitas air bersih yang digunakan masyarakat selama musim kemarau.

Pengawasan diperkuat menyusul sejumlah sumber air yang mulai mengalami kekeringan, terutama sumur dan pompongan dangkal yang masih digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk memastikan air tetap memenuhi syarat kesehatan, petugas kesehatan lingkungan di setiap puskesmas melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala.

Petugas telah dilengkapi sanitary kit yang dapat digunakan untuk memeriksa kualitas air, termasuk aspek bakteriologi dan sejumlah parameter sederhana lainnya.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode sampling dengan mengambil sampel dari sejumlah sumber air yang digunakan masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi gambaran kondisi kualitas air di suatu wilayah.

Apabila ditemukan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, masyarakat diminta tidak menggunakannya untuk minum, mencuci bahan makanan maupun peralatan makan.

Meski bakteri patogen dapat mati setelah air dimasak hingga mendidih, penggunaan air yang telah tercemar untuk mencuci bahan makanan atau peralatan makan tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Selain melakukan pengawasan kualitas air, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama kemarau.

BPBD bersama PDAM turut menyalurkan suplai air bersih ke wilayah yang membutuhkan, terutama daerah yang sumber airnya mulai mengalami kekeringan.

Exit mobile version