Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat 314 kasus Influenza-Like Illness (ILI) atau penyakit dengan gejala menyerupai influenza sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-37 tahun 2026.
Data tersebut diperoleh melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sementara itu, Puskesmas Sumur Batu yang menjadi Puskesmas Sentinel ILI melaporkan sebanyak 214 kasus.
Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi perkembangan kasus penyakit saluran pernapasan di masyarakat.
Sebanyak 183 spesimen telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil yang telah diterima, 10 spesimen dinyatakan positif influenza, terdiri dari empat spesimen influenza A(H1N1)pdm09 dan enam spesimen influenza A(H3). Sebanyak 30 spesimen lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata Muhtadi.
Meski ditemukan kasus positif influenza, Dinkes menyebut jumlah laporan ILI di Bandarlampung mengalami fluktuasi dari pekan ke pekan.
Peningkatan tertinggi tercatat pada minggu ke-32 dengan 21 kasus. Setelah itu, jumlah kasus berangsur menurun hingga tersisa lima kasus pada minggu ke-37.
Muhtadi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, terutama demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diimbau menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan, serta rutin mencuci tangan.
Selain itu, sirkulasi udara di rumah maupun tempat beraktivitas perlu dijaga agar pertukaran udara berlangsung dengan baik.
Dinkes Bandarlampung memastikan pemantauan melalui surveilans mingguan tetap dilakukan. Langkah tersebut bertujuan mendeteksi lebih awal apabila terjadi peningkatan kasus maupun muncul kelompok penularan atau klaster di masyarakat.












