Dinas PU Bandar Lampung Alokasikan Anggaran Rp37,6 Miliar untuk Drainase di Tahun 2027

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung belum merinci titik-titik prioritas perbaikan drainase yang akan dilaksanakan pada 2027 mendatang.

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutioso, menyebut program perbaikan drainase tersebut masih dalam tahap perencanaan.
“Iya, 2027. Masih rencana,” ujar Dedi saat dimintai keterangan, Selasa (13/10/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kota Bandar Lampung, Irwan Maidi Saputra, menyampaikan bahwa penanganan drainase direncanakan mencakup seluruh kelurahan di Kota Bandar Lampung.

Belum adanya rincian lokasi prioritas tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Bandar Lampung. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, meminta pemerintah kota memastikan perbaikan drainase direncanakan secara matang dan menyeluruh agar mampu mengantisipasi ancaman banjir, terutama saat musim hujan.

Menurut Agus, pemerintah kota perlu segera memperjelas kesiapan rencana aksi daerah (RAD), jadwal pelaksanaan, hingga hasil pembahasan bersama konsultan terkait penanganan drainase.

“Jangan sampai hujan menyebabkan banjir. Kita perlu mengetahui seperti apa kesiapan masterplan banjir dan rencana aksi daerah terkait drainase, termasuk timeline pelaksanaannya,” kata Agus.

Agus juga menyoroti rencana alokasi anggaran penanganan drainase pada 2027 yang disebut mencapai Rp37,6 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari sekitar Rp29 miliar untuk sistem drainase dan Rp8 miliar untuk rehabilitasi.

Dengan besarnya anggaran yang direncanakan, Agus meminta pemerintah kota memberikan kejelasan mengenai lokasi sasaran pekerjaan, skala prioritas, serta tahapan pelaksanaannya.

Ia menegaskan, penanganan banjir tidak cukup dilakukan dengan memperbaiki saluran air di sejumlah titik tanpa mempertimbangkan keterhubungan sistem drainase antarkawasan.

Pasalnya, perbaikan yang tidak terintegrasi dikhawatirkan hanya memindahkan persoalan banjir dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
“Perbaikan drainase itu harus holistik, jangan tambal sulam. Jangan sampai satu titik diperbaiki, tetapi titik lainnya justru mengalami banjir,” ujarnya.

Karena itu, Agus berharap perencanaan penanganan drainase pada 2027 benar-benar mengacu pada kebutuhan di lapangan dan terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir secara menyeluruh, sehingga anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bandar Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *