Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bergerak cepat menangani dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan abu vulkanik muncul di sejumlah wilayah.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan langkah antisipasi. Penanganan difokuskan pada kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga kelancaran pelayanan publik.
Tim Satuan Tugas (Satgas) diturunkan untuk membersihkan abu vulkanik yang menempel di ruas jalan dan sejumlah fasilitas umum.
Penyemprotan jalan dilakukan secara berkala, yakni setiap tiga jam. Tidak hanya jalan utama, pembersihan juga menyasar jalan lingkungan untuk mengurangi paparan debu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas warga.
“Bunda sudah instruksikan tim untuk turun langsung membersihkan debu vulkanik, baik di jalan utama maupun jalan lingkungan. Penyemprotan dilakukan secara berkala, setiap tiga jam, supaya debu tidak semakin mengganggu masyarakat,” kata Eva Dwiana.
Selain membersihkan lingkungan, Pemkot Bandar Lampung juga meningkatkan langkah antisipasi di bidang kesehatan.
Dinas Kesehatan bersama Puskesmas, Pustu dan Poskeskel dikerahkan untuk turun ke masyarakat. Petugas membagikan masker sekaligus mendata warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.
Eva Dwiana mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu dan Poskeskel juga sudah kita minta untuk turun ke masyarakat, membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pengobatan. Kita ingin masyarakat tetap sehat dan mendapatkan pelayanan dengan cepat,” ujarnya.
Langkah antisipasi juga dilakukan di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan mengimbau siswa yang tetap mengikuti kegiatan belajar pada esok hari untuk menggunakan masker.
Pihak sekolah diminta memastikan lingkungan belajar dalam kondisi bersih dengan melakukan pembersihan abu vulkanik sebelum dan selama kegiatan pembelajaran.
“Untuk anak-anak sekolah, besok yang tetap bersekolah kita imbau memakai masker. Sekolah juga harus dibersihkan dari debu vulkanik, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tegas Eva.
Pemkot Bandar Lampung memastikan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) terus dilakukan untuk memantau kondisi di lapangan.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak panik. Warga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.












