12 Pelajar Adu Kemampuan Pidato di Lomba AHY Muda Demokrat Lampung Selatan

Sebanyak 12 pelajar SMA dan SMK mengikuti Lomba Pidato AHY Muda yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Lampung Selatan di kantor setempat, Sabtu (15/8/2026).

Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian Lomba Rakyat Partai Demokrat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan Indonesia.

Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Selatan, Muhammad Junaidi mengatakan, kegiatan tersebut sengaja melibatkan kalangan pelajar untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan keberanian menyampaikan gagasan di depan publik.

Menurut Bung Adi, sapaan akrab Junaidi, kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu bekal penting yang perlu dimiliki generasi muda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, dan mengasah kemampuan berpidato,” ujar Bung Adi.

Ia menuturkan, Lomba Pidato AHY Muda tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman bagi peserta untuk meningkatkan kepercayaan diri dan terus mengembangkan potensi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberikan pengalaman dan motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri,” katanya.

Junaidi menambahkan, keterlibatan pelajar SMA dan SMK menunjukkan besarnya ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan dan demokrasi.

“Harapannya, dari kegiatan seperti ini akan lahir anak-anak muda yang percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta menyampaikan pidato dengan tema kepemudaan, kebangsaan, serta semangat membangun Indonesia.

DPC Partai Demokrat Lampung Selatan berharap kegiatan serupa dapat menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan generasi muda sekaligus menumbuhkan keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan di ruang publik.

Exit mobile version