Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelontorkan anggaran subsidi sebesar Rp400 juta untuk program pasar murah menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini menjadi langkah intervensi langsung guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Subsidi tersebut dialokasikan untuk memangkas harga sejumlah komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat. Di antaranya beras kemasan 5 kilogram yang mendapat subsidi Rp15 ribu, gula pasir Rp4 ribu per kilogram, minyak goreng Rp4 ribu per liter, telur ayam Rp5 ribu per kilogram, serta tepung terigu Rp4 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan skema subsidi ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam mengendalikan harga. Dengan subsidi, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Selain komoditas utama, pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia dalam penyediaan cabai dan bawang guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
Program pasar murah sendiri dilaksanakan serentak di 20 kecamatan dan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap, yakni awal Ramadan, pertengahan, hingga menjelang Idulfitri.
Erwin menegaskan, subsidi ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah agar harga tetap stabil di tengah lonjakan permintaan musiman.
Pemkot juga akan terus melakukan pemantauan terhadap harga dan distribusi bahan pokok di pasar tradisional maupun modern selama Ramadan.
Dengan intervensi subsidi tersebut, diharapkan tekanan harga pangan dapat ditekan sehingga kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga selama bulan suci.
