Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menyiapkan program operasi pasar murah pada 2026 untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Program ini akan digelar serentak di 20 kecamatan dan dilaksanakan dalam tiga tahap.
Mewakili Wali Kota Bandar Lampung, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol mengatakan pasar murah merupakan program pemerintah daerah untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Ini program Ibu Wali Kota dalam rangka meringankan beban masyarakat. Biasanya menjelang Ramadan harga-harga naik, maka kita gelar pasar murah di 20 kecamatan dalam tiga tahap,” ujar Wilson Faisol, Rabu (4/2/2026).
Ia menyampaikan hal tersebut usai rapat persiapan operasi pasar murah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Aula Semergou, Bandar Lampung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan bahwa tahap pertama pasar murah dijadwalkan dimulai pada 25 Februari 2026.
“Insyaallah tanggal 25 Februari 2026 mulai tahap awal. Kemudian akan dilanjutkan pada pertengahan Ramadan dan tahap akhir menjelang Lebaran,” kata Erwin.
Ia menambahkan, berbeda dengan sistem sebelumnya yang bersifat keliling, pasar murah kali ini akan digelar secara serentak di seluruh kecamatan.
Untuk lokasi atau titik pelaksanaan di masing-masing wilayah, pihak Dinas Perdagangan masih menunggu hasil pemetaan dari para camat.
Dalam kegiatan ini, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga tepung terigu akan dijual dengan harga lebih murah karena mendapat subsidi dari pemerintah daerah.
“Kita berikan subsidi. Patokannya adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga standar pemerintah, lalu kita subsidi lagi sehingga harga akhirnya pasti di bawah harga pasar,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Gunakan kesempatan pasar murah ini dengan baik. Jangan panic buying atau berburu barang secara berlebihan. Harapan kita, dengan adanya program ini inflasi di Bandar Lampung tetap terkendali dan masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan tenang,” pungkasnya. (*)
