ARAH LAMPUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menargetkan sebanyak 25 ribu warga menjalani skrining tuberkulosis (TBC) sepanjang 2026 hingga 2027.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam mempercepat deteksi dini sekaligus menekan angka penularan TBC di masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang akan didukung melalui perencanaan anggaran daerah.
“Pada periode 2026–2027, target kita sekitar 25.000 penduduk dilakukan skrining,” ujar Muhtadi.
Menurutnya, skrining menjadi langkah penting untuk menemukan kasus TBC sejak dini, sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan sebelum risiko penularan semakin meluas.
Muhtadi menjelaskan, masyarakat yang menunjukkan gejala atau terindikasi TBC tidak serta-merta dinyatakan positif. Mereka harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.
“Jika ditemukan indikasi atau dugaan TBC, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis secara pasti,” tegasnya.
Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan melalui pengujian sampel di laboratorium sesuai prosedur medis yang berlaku.
Bagi warga yang dinyatakan positif TBC, Dinkes Bandar Lampung memastikan penanganan dan pengobatan akan diberikan sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Pasien yang dinyatakan positif akan mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan medis. Untuk TBC sensitif obat, pengobatan umumnya berlangsung selama enam bulan,” jelasnya.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, Dinkes juga melibatkan petugas puskesmas serta kader kesehatan untuk mendampingi pasien selama menjalani terapi.
Pendampingan tersebut dilakukan guna meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga masa pengobatan selesai, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pencegahan penularan.
Melalui program skrining tersebut, Pemkot Bandar Lampung berharap penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat sehingga upaya pengendalian penyakit menular ini semakin efektif.












