Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 29 kegiatan evakuasi dan penyelamatan non-kebakaran selama periode 1–12 Oktober 2026.
Dari puluhan penanganan tersebut, laporan mengenai keberadaan sarang tawon atau lebah menjadi kasus yang paling banyak ditangani petugas, yakni mencapai delapan kejadian.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan selain penanganan sarang tawon, petugas juga menerima sejumlah laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi hewan maupun pelepasan benda yang tersangkut pada anggota tubuh.
“Disusul evakuasi ular dan pelepasan cincin atau anting yang masing-masing tercatat lima kejadian,” kata Antoni, Minggu (18/10/2026).
Selain itu, petugas Damkarmat juga menangani empat laporan evakuasi kucing yang membutuhkan bantuan penyelamatan.
Sementara itu, sejumlah penanganan lainnya meliputi evakuasi gembok sepeda motor, mobil terperosok, hingga membantu warga yang mengalami masalah akibat kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan.
Petugas juga menangani kejadian yang melibatkan ring seng, jari tersangkut ring besi, tangan terborgol, serta penyelamatan seekor musang.
Beragamnya laporan tersebut menunjukkan bahwa tugas Damkarmat tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup pelayanan penyelamatan dalam berbagai situasi darurat yang dialami masyarakat.
Anthoni mengimbau warga agar tidak ragu menghubungi Damkarmat apabila menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan bantuan petugas.
Dengan adanya layanan evakuasi dan penyelamatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.












