Pemerintah Kota Bandar Lampung terus melakukan pembenahan hingga ke sudut-sudut kota. Kali ini, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menggagas gerakan “Grebek Makam” di seluruh tempat pemakaman umum (TPU) se-Kota Bandar Lampung.
Program tersebut dilaksanakan serentak dengan melibatkan jajaran kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan, RT, hingga masyarakat sekitar. Tujuannya, mengubah kawasan makam yang selama ini identik dengan kesan kumuh dan menyeramkan menjadi lebih bersih, rapi, nyaman, dan estetik.
“Grebek Makam” juga dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, saat tradisi ziarah makam biasanya meningkat.
Camat Panjang Hendri Satria Jaya yang mewakili Forum Camat se-Bandar Lampung mengatakan, gerakan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan upaya membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Ibu Wali Kota ingin memastikan seluruh makam bersih dan nyaman menjelang Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pamong dan masyarakat,” ujar Hendri.
Menurutnya, seluruh unsur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dikerahkan. Mulai dari camat, lurah, kepala lingkungan, ketua RT, organisasi keagamaan, hingga warga sekitar turun langsung membersihkan area pemakaman.
Tidak hanya membersihkan rumput liar dan sampah, Pemkot Bandar Lampung juga melakukan penataan fisik TPU. Sejak 2024, pembangunan pagar di sejumlah makam terus dilakukan secara bertahap.
Pagar tersebut dibangun agar area pemakaman terlihat lebih tertata, aman, dan memiliki nilai estetika.
“Pembangunan pagar makam terus dilanjutkan tahun ini. Kami ingin TPU di Bandar Lampung terlihat lebih rapi dan modern sehingga masyarakat yang datang berziarah merasa nyaman,” katanya.
Hendri menambahkan, sesuai arahan Eva Dwiana, program “Grebek Makam” tidak hanya dilakukan sekali. Kegiatan itu akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap satu hingga tiga bulan sekali.
Dengan pola tersebut, kebersihan dan kerapian makam diharapkan tetap terjaga sepanjang tahun.
Pemkot Bandar Lampung berharap, melalui gerakan ini wajah TPU di Bandar Lampung berubah menjadi kawasan yang bersih, ramah, dan jauh dari kesan angker. Masyarakat pun dapat menjalankan tradisi nyekar dengan lebih tenang dan khusyuk. (*)
