Reza Dorong Penguatan Rembug Desa sebagai Instrumen Cegah Konflik di Tingkat Lokal

Pemerintah Provinsi Lampung melalui anggota DPRD terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mekanisme rembug desa. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan potensi konflik di tingkat lokal serta penguatan partisipasi warga dalam pembangunan.

Sosialisasi kali ini digelar oleh Mohammad Reza Berawi, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan 3 yang meliputi Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Metro. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (21/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber, yakni Agus Priyadi, SIP dan Muhammad Suhaidi, ME, yang memaparkan peran rembug desa sebagai forum musyawarah warga dalam menyelesaikan persoalan sosial maupun isu pembangunan di tingkat desa.

Materi yang disampaikan meliputi mekanisme penyelenggaraan rembug desa, tata cara pengambilan keputusan secara musyawarah, serta strategi mencegah konflik akibat perbedaan kepentingan di masyarakat.

Mohammad Reza Berawi menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bertujuan mengenalkan regulasi, tetapi juga memperkuat ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah.

“Rembug desa merupakan instrumen penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus meminimalkan potensi konflik di tingkat lokal,” ujar Reza.

Ia berharap, melalui pemahaman yang baik terhadap mekanisme musyawarah desa, masyarakat dapat lebih aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Mereka berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan di desa-desa lain agar pemahaman mengenai rembug desa semakin luas, sehingga partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan kerukunan dapat semakin optimal.

Melalui agenda ini, DPRD Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola partisipatif di tingkat desa serta membangun kesadaran kolektif untuk mencegah potensi konflik di seluruh wilayah Lampung.

Exit mobile version