Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, menyampaikan keluhan dan aspirasi petani Lampung Selatan kepada Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pertemuan di Rumah Makan Lamban Sabah, Bandarlampung, Kamis (29/1).
Lesty mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami petani di 17 kecamatan, terutama akibat buruknya infrastruktur pertanian dan pengairan. Ia menyebut lemahnya infrastruktur berdampak langsung pada kegagalan panen yang bisa terjadi tiga hingga empat kali dalam satu musim tanam.
“Setiap hujan datang, selalu terjadi masalah. Banjir dan limpasan air merendam sawah masyarakat sehingga panen gagal,” ujarnya, menyoroti wilayah aliran sungai Way Sekampung yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai.
Lampung Selatan merupakan salah satu lumbung padi nasional, sehingga infrastruktur pertanian menjadi perhatian utama. Selain pengairan, Lesty juga menekankan pentingnya pembangunan jalan usaha tani sepanjang 500 meter hingga 1 kilometer untuk menunjang distribusi hasil panen.
Meskipun BBWS dan pemerintah daerah telah melakukan upaya, Lesty menilai penanganan banjir masih belum memadai karena wilayah kerja BBWS mencakup banyak kabupaten dan penanganannya bersifat bergantian.
Ia berharap Komisi V DPR RI dan Kementerian PU memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur pengairan dan jalan usaha tani demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Lampung Selatan. (*)
