Keselamatan Pelajar Terancam, DPRD Lampung Desak Percepatan Jembatan Way Bungur

Kembali viralnya video pelajar menyeberangi Sungai Way Bungur dengan perahu kecil memantik keprihatinan. Setiap hari, siswa berseragam di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, harus antre di tepian sungai, bahkan sebagian membawa sepeda motor, demi bisa sampai ke sekolah.

Anggota DPRD Lampung, Yusnadi, menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan anak-anak.

“Kondisinya memang memprihatinkan. Anak-anak setiap hari harus menyeberang pakai perahu,” kata Yusnadi, Senin (2/2).

Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung itu mengungkapkan, usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya sudah lama diajukan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Bahkan, DPRD bersama pemerintah daerah telah beberapa kali meninjau langsung lokasi penyeberangan.

“Pengajuan sudah lebih dari setengah tahun lalu. Dalam rapat dengar pendapat juga disampaikan bahwa prosesnya sudah masuk di kementerian. Sekarang kita tinggal menunggu,” ujarnya.

Menurut Yusnadi, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala utama. Pembangunan jembatan permanen dinilai sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan APBD.

“Kalau mengandalkan APBD, rasanya tidak mungkin. Karena itu kita dorong agar pusat segera merealisasikan,” tegasnya.

Sebagai langkah sementara, pemerintah berencana membangun jembatan gantung yang dinamakan Jembatan Merah Putih. Solusi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko bagi pelajar sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

“Yang penting ada solusi cepat dulu. Tapi tetap, jembatan permanen harus jadi prioritas,” katanya.

Ia menambahkan, sedikitnya dua desa menggantungkan akses pendidikan pada penyeberangan sungai tersebut. Setiap hari, ratusan siswa harus melintasi sungai demi mengenyam pendidikan.

Yusnadi berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan kepastian, agar akses pendidikan masyarakat tidak lagi dibayangi risiko keselamatan akibat ketiadaan jembatan yang layak. (*)

Exit mobile version