Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 78 kejadian kebakaran sepanjang September 2026. Dari jumlah tersebut, pembakaran sampah menjadi penyebab terbanyak dengan 51 kejadian.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan puluhan peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp281,2 juta.
Berdasarkan data Damkarmat, kebakaran lahan mendominasi dengan 57 kejadian. Total luas lahan yang terbakar mencapai 570.804 meter persegi atau sekitar 57 hektare.
Selain kebakaran lahan, petugas juga menangani tiga kejadian kebakaran bangunan rumah warga, tiga bangunan umum, satu kendaraan, serta 14 kejadian yang masuk dalam kategori lainnya.
Dilihat dari faktor penyebabnya, aktivitas pembakaran sampah menjadi pemicu paling banyak, yakni 51 kejadian. Sementara itu, korsleting atau gangguan kelistrikan tercatat menyebabkan 12 kebakaran, disusul puntung rokok sebanyak 11 kejadian.
Adapun kebakaran yang dipicu penggunaan kompor dan faktor lainnya masing-masing tercatat dua kejadian.
Tingginya jumlah kebakaran akibat pembakaran sampah menjadi perhatian Damkarmat, terutama karena api berpotensi merambat ke lahan kering maupun bangunan di sekitarnya.
Anthoni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terlebih di lokasi yang berdekatan dengan material mudah terbakar.
Warga juga diminta rutin memastikan keamanan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala.
Meski jumlah kejadian kebakaran cukup tinggi, Damkarmat memastikan tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka-luka sepanjang September 2026.
Dalam penanganan berbagai kejadian tersebut, Damkarmat mencatat pengerahan 57 unit mobil pemadam kebakaran dan 20 unit mobil tangki.
Anthoni turut mengimbau masyarakat segera menghubungi petugas apabila menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko kerugian yang lebih besar bisa ditekan.












