Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah mendorong program Bank Sampah Sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan menjadi kebiasaan pelajar dalam mengelola sampah sekaligus menabung sejak dini.
Hal itu disampaikan Deddy saat menghadiri pembukaan Rekening Simpanan Pelajar Bank Sampah Sekolah di Aula Gedung Semergou, Bandar Lampung, Senin, 31 Agustus 2026.
Program tersebut menggabungkan pengelolaan sampah dengan literasi dan inklusi keuangan. Sampah yang dikumpulkan dan memiliki nilai ekonomis diarahkan menjadi simpanan melalui Rekening Simpanan Pelajar.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas diluncurkannya program ini, karena menyatukan pendidikan literasi dan inklusi serta mendorong kesadaran pelajar terhadap lingkungan.”
Menurut Deddy, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan berbagai unsur lainnya.
Ia mengatakan pengelolaan sampah melalui sekolah sekaligus dapat menjadi sarana membentuk kebiasaan pelajar dalam mengatur keuangan.
“Dengan demikian, program ini bukan sekadar tentang membuka rekening atau mengumpulkan sampah. Lebih dari itu, kita sedang membangun karakter anak-anak kita agar peduli terhadap lingkungan, disiplin, produktif, dan memiliki kebiasaan menabung sejak dini.”
Selain Bank Sampah Sekolah, program tersebut juga melibatkan Duta Agen Perubahan Bank Sampah Sekolah. Deddy berharap kegiatan dapat berjalan secara rutin dan diperluas di sekolah-sekolah di Bandar Lampung.
“Jangan sampai kegiatan ini berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.”
Pemkot Bandar Lampung menargetkan program tersebut dapat membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak usia sekolah. Pada saat bersamaan, pelajar dikenalkan dengan kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan untuk masa depan.












