Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Pagar Nusa Provinsi Lampung menjadi momentum penting dalam memperkuat proses regenerasi kepemimpinan dan konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.
Kegiatan yang digelar di Balai Guru Penggerak Provinsi Lampung ini dihadiri jajaran pengurus, anggota, serta keluarga besar Pagar Nusa se-Lampung. Forum tersebut membahas evaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi masa khidmat 2026–2031 agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, AM. Syafei, menilai Konferwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan profesionalisme kelembagaan.
Menurutnya, organisasi berbasis tradisi dan keagamaan memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda, terutama di tengah tantangan sosial dan arus digitalisasi yang semakin kompleks. Pagar Nusa dinilai mampu menjadi wadah pembinaan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk disiplin, etika, serta semangat kebangsaan.
Dalam forum tersebut, juga ditetapkan Ahmad Basar sebagai Ketua Pimpinan Wilayah masa khidmat 2026–2031. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, terstruktur, dan berorientasi pada penguatan kaderisasi.
Konferwil IV juga menjadi sarana konsolidasi internal untuk memperkuat sinergi antar-cabang serta memastikan program kerja berjalan efektif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Melalui momentum ini, diharapkan Pagar Nusa semakin berperan aktif dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta berkontribusi pada stabilitas sosial dan pembangunan daerah secara berkesinambungan. (*)
