Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menyambut positif dibukanya penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Raden Inten II yang dijadwalkan berlangsung Kamis (12/2).
Penerbangan internasional perdana (inaugural flight) tersebut akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Yusnadi mengapresiasi langkah terobosan yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dalam menghadirkan kembali konektivitas internasional dari Bumi Ruwa Jurai. Namun demikian, ia menekankan agar rute tersebut tidak hanya bersifat seremonial atau berjalan sementara.
“Jangan sampai ini hanya sekali terbang. Kita berharap penerbangan ini benar-benar berkelanjutan, karena sebelumnya pernah ada rute serupa yang kemudian berhenti,” ujarnya.
Menurutnya, rute Lampung–Malaysia merupakan pintu strategis yang perlu dijaga keberlangsungannya. Lampung memiliki potensi besar di sektor pariwisata alam, religi, budaya, kuliner, hingga komoditas hasil bumi yang dapat dipromosikan ke pasar internasional.
Ia menilai, jika beroperasi secara rutin, rute ini dapat menjadi penghubung penting menuju kawasan Asia Tenggara sekaligus membuka peluang masuknya wisatawan, pelaku usaha, dan investor. Selain itu, konektivitas internasional juga berpotensi mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Karena itu, ia mendorong sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memastikan keberlanjutan rute tersebut. Ia juga menekankan pentingnya dukungan promosi destinasi wisata dan penguatan kesiapan daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.
Yusnadi turut mendukung rencana pengembangan penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II. Menurutnya, tingginya jumlah jemaah asal Lampung menjadi peluang besar untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mendukung ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menyebutkan bahwa hampir seluruh persyaratan operasional telah terpenuhi dan tinggal menunggu satu persetujuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Rute ini direncanakan beroperasi dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis, dengan pola rotasi penerbangan yang telah disiapkan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana penerbangan umrah yang akan direalisasikan setelah Iduladha mendatang, dengan skema transit menuju Jeddah atau Madinah, dan ke depan diupayakan penerbangan langsung dari Lampung.
Yusnadi menegaskan, keberadaan rute internasional ini harus menjadi langkah strategis jangka panjang dalam memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung. (*)












