Dinilai meresahkan, Warga Kelurahan Talang Tolak Adanya Arwana Homestay

Warga Kelurahan Talang tegas menolak berdirinya homestay yang dinilai meresahkan lantaran diduga jadi tempat prostitusi.

Hal ini disampaikan langsung kepada pemilik homestay saat mediasi yang difasilitasi oleh aparatur pemerintah kelurahan setempat, Minggu (12/1/2025).

Perwakilan warga, Hamdi mengatakan, penolokan ini sudah disepakati oleh warga baik lingkungan 1 dan 2 Kelurahan Talang.

“Sudah pernah dirapatkan sebelumnya agar homestay ini ditutup. Awalnya izin itu tidak ada, baru diurus setelah muncul persoalan seperti sekarang,” katanya.

Ia menegaskan, homestay yang mengatasnamakan syariah tersebut justru kerap digunakan untuk perbuatan maksiat.

“Prosesnya ini lambat sekali. Kami warga Kelurahan Talang minta bantuan rekan-rekan media dan dinas terkait untuk mengawal persoalan ini agar Arwana Homestay segera ditutup,” tegasnya.

Menurut Hamdi, keberadaan homestay tersebut tidak memberikan manfaat bagi warga sekitar, bahkan menimbulkan keresahan hampir setiap malam.

“Keluar-masuk orang yang tidak jelas asal-usulnya. Sangat mengganggu ketentraman lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Talang, Nani, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa aspirasi warga telah dicatat, namun penutupan tidak bisa dilakukan secara langsung.

“Kesimpulannya warga memang meminta Arwana Homestay ditutup. Namun kami tidak bisa serta-merta menutup karena pemilik usaha sudah memiliki izin resmi,” katanya.

Ia memastikan akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk menyampaikan hasil mediasi dan tuntutan warga ke dinas terkait.

“Nanti Camat yang melaporkan, atau saya sendiri yang akan menyampaikannya langsung kepada Ibu Wali Kota Bandar Lampung,” katanya.

Sementara itu, pemilik Arwana Homestay, Oniel, meminta agar tidak dilakukan penutupan sementara maupun tindakan anarkis dari warga sebelum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Saya sudah memiliki izin dari Dinas Perkim dan DPMPTSP. Namun memang izin dari Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung belum saya miliki,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *