Anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan Lampung Utara, Mikdar Ilyas, menyesalkan temuan menu makanan yang dinilai tidak sehat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lampung Utara.
Persoalan ini mencuat setelah video yang memperlihatkan makanan diduga busuk dan berlendir beredar luas di media sosial. Mikdar menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan, sehingga pengelolaan dapur SPPG harus dilakukan secara serius dan bertanggung jawab.
“Kita sangat menyayangkan video viral tersebut. Tujuan dapur MBG adalah menghadirkan makanan bergizi dan sehat untuk mendukung pertumbuhan anak-anak agar cerdas dan sehat,” kata Mikdar, Rabu (14/1/2026).
Mikdar meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sistem pengawasan di dapur-dapur SPPG agar kejadian serupa tidak terulang. Menurut dia, struktur pengawasan BGN seharusnya mampu mendeteksi persoalan sejak dini.
“Saya yakin BGN sudah memiliki perangkat pengawasan yang lengkap. Hal ini perlu ditelusuri secara menyeluruh agar ke depan tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan program MBG secara maksimal. Mikdar mengingatkan pihak-pihak yang mendapat kepercayaan mengelola dapur agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Program ini harus dimaksimalkan. Bagi pengelola dapur, jangan menyia-nyiakan peluang yang sudah diberikan negara,” tegasnya.
Mikdar menambahkan, jika ditemukan unsur kesengajaan dalam penyajian menu yang tidak layak konsumsi, dapur SPPG terkait dapat dikenai sanksi tegas hingga penutupan permanen.
“Kalau ada unsur kesengajaan, dapur itu bisa ditutup. Padahal membangun dapur baru bisa menelan investasi hingga Rp2 miliar. Kalau ditutup, negara tidak akan mengembalikan dana tersebut,” katanya.
Ia berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi dan pembinaan agar tidak terulang, baik di Lampung Utara maupun daerah lain.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan menu makanan dalam kondisi diduga busuk dan berlendir itu tersebar di media sosial, berasal dari dapur MBG di wilayah Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara.
