Soroti Jalan Cepat Rusak, Tondi Minta Proyek Infrastruktur Tak Asal Jadi

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Nasution, menyoroti kualitas sejumlah proyek infrastruktur jalan yang dinilai kerap cepat rusak. Ia menegaskan pengawasan terhadap pekerjaan fisik harus diperketat agar pembangunan tidak sekadar selesai secara administrasi, tetapi juga kuat secara teknis.

Menurut Tondi, perbaikan ruas Soekarno-Hatta di Kota Metro dengan anggaran sekitar Rp2 miliar sepanjang kurang lebih 100 meter harus menjadi contoh bahwa intervensi dilakukan pada titik yang benar-benar prioritas dan dikerjakan sesuai spesifikasi.

“Jangan sampai baru dibangun setahun sudah rusak lagi. Kualitas harus jadi prioritas. Komisi IV akan kawal dari perencanaan sampai pelaksanaan,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Metro periode 2019–2024 itu menilai persoalan infrastruktur tidak bisa dilihat semata sebagai proyek fisik. Jalan, kata dia, merupakan penopang utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama di jalur lintas timur yang menjadi penghubung antarwilayah.

Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan menyeluruh, termasuk perbaikan drainase dan pengawasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Tanpa dua aspek tersebut, jalan berpotensi cepat mengalami kerusakan meski dibangun dengan anggaran besar.

“Kalau drainase tidak beres dan kendaraan ODOL tidak dikendalikan, jalan sekuat apa pun akan cepat turun kualitasnya,” tegasnya.

Tondi mengakui, pengawalan proyek infrastruktur telah dilakukan sejak 2024. Namun, efisiensi anggaran, tunda bayar, serta pengurangan alokasi pada 2025 menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan.

Meski begitu, ia memastikan Komisi IV tetap mendorong agar proyek yang telah direncanakan dapat diselesaikan secara maksimal.

“Infrastruktur tidak boleh setengah-setengah. Kalau sudah direncanakan, harus tuntas dan berkualitas,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *