Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi peningkatan produksi padi di Lampung yang mencapai 14–15 persen. Capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat hingga menyentuh angka 20 persen pada tahun 2026.
Anggota Komisi II DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menilai kenaikan produksi padi tersebut merupakan hasil kerja keras petani yang didukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Capaian ini bukan terjadi secara instan. Ini menunjukkan kerja keras petani kita yang didukung program pemerintah, mulai dari perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, hingga pendampingan teknis di lapangan,” ujar Fatikhatul Khoiriyah, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, sinergi antara petani dan pemerintah perlu terus diperkuat agar tren peningkatan produksi dapat berlanjut dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.
Komisi II DPRD Lampung berharap berbagai program pendukung pertanian yang telah berjalan dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan, sehingga target kenaikan produksi padi hingga 20 persen pada 2026 dapat tercapai.












