Anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Tulang Bawang, Hanifal, menyesalkan dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan warga di Kecamatan Menggala.
Peristiwa tersebut diduga terjadi usai sejumlah siswa, guru, anak guru, hingga wali murid mengonsumsi menu MBG berupa roti, telur, dan buah yang dibawa pulang untuk berbuka puasa, Selasa (24/2/2026). Sebanyak 31 orang dilaporkan mengalami gejala muntah dan buang air besar berulang kali.
Para korban kemudian dilarikan ke Klinik Menggala Medical Centre dan RSUD Menggala untuk mendapatkan perawatan. Hingga Selasa malam, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif.
Hanifal menilai kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih program MBG merupakan program strategis nasional yang menyasar pemenuhan gizi anak.
“Program ini harus diawasi secara maksimal. Jangan sampai kelalaian di lapangan berdampak pada keselamatan penerima manfaat,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih serius dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Menurutnya, setiap dapur telah dilengkapi tenaga ahli gizi yang bertugas memastikan menu sesuai standar.
“Ahli gizi memiliki tanggung jawab memastikan makanan layak dan aman dikonsumsi. Seharusnya bisa diketahui sejak awal apakah makanan tersebut memenuhi standar kesehatan atau tidak,” tegasnya.
Hanifal juga menyoroti bahwa dugaan insiden serupa bukan kali pertama terjadi. Karena itu, ia meminta pengawasan diperketat, baik oleh pihak sekolah maupun pengelola dapur SPPG.
Selain itu, ia mengimbau Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan program MBG di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terulang.
“Apalagi ini terjadi di bulan Ramadan, dan makanan dibawa ke rumah untuk berbuka, sehingga dampaknya tidak hanya pada siswa, tetapi juga guru dan wali murid. Ke depan harus lebih cermat dan berhati-hati,” katanya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ferli Yuledi, telah meninjau langsung para korban dan menyatakan pemerintah daerah akan melakukan langkah antisipatif, termasuk inspeksi mendadak ke dapur SPPG serta memastikan seluruh ketentuan dari Badan Gizi Nasional dipatuhi secara ketat.












