Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan komitmen lembaganya untuk memastikan kebijakan pendidikan di Lampung tetap berpihak pada siswa dan tenaga pendidik.
Pernyataan itu disampaikan Giri usai menerima aksi Aliansi Mahasiswa se-Lampung di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (23/2). Ia menilai aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi pengingat penting bagi DPRD untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan pendidikan.
Menurut Giri, DPRD akan memastikan tidak ada siswa yang dirugikan dalam polemik SMA Siger. Ia menekankan bahwa setiap langkah penyesuaian kebijakan harus mengedepankan perlindungan hak peserta didik.
“Pada prinsipnya, siswa yang sudah diterima tidak boleh dirugikan. Kita akan minta penjelasan teknis dan memastikan solusi yang diambil tetap sesuai aturan,” tegasnya.
Selain itu, Giri juga memberi perhatian serius pada kesejahteraan guru honorer. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar guru SMA dan SMK telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk kategori P2. Namun, masih terdapat persoalan di jenjang tertentu seperti SMP.
Karena itu, ia akan meminta Komisi V DPRD Lampung untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap guru honorer yang masih berada dalam kewenangan provinsi.
“Saya akan mendorong Komisi V agar memberi perhatian khusus dan memastikan pendataan guru honorer dilakukan secara komprehensif,” ujarnya.
Di sisi lain, Giri menegaskan bahwa komitmen anggaran pendidikan tetap menjadi perhatian DPRD. Penambahan Rp120 miliar dalam APBD terbaru, menurutnya, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sektor pendidikan, termasuk penghapusan iuran komite di SMA dan SMK.
Ia juga meluruskan bahwa pembiayaan pendidikan tidak hanya bersumber dari pajak progresif, melainkan dari berbagai komponen pendapatan daerah yang sah.
“Pendanaan pendidikan tidak bergantung pada satu sumber. Yang terpenting adalah bagaimana anggaran itu dikelola efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Giri berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat termasuk mahasiswa dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan serta mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung dalam beberapa tahun ke depan.












