Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mendorong agar program pupuk organik cair yang digagas Gubernur Lampung tidak berhenti di 500 desa, tetapi diperluas hingga menjangkau seluruh desa di Provinsi Lampung.
Menurut Mikdar, program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya tahan sektor pertanian di tengah dinamika pupuk subsidi yang masih mengharuskan petani melakukan penebusan.
“Program ini sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen. Harapannya ke depan bisa menjangkau lebih banyak desa,” ujarnya, Minggu (1/2).
Ia menjelaskan, meskipun pemerintah pusat telah menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, kebutuhan petani terhadap alternatif pupuk yang lebih terjangkau tetap tinggi. Karena itu, keberadaan rumah produksi pupuk organik cair di desa-desa dinilai menjadi solusi konkret.
Sebagai mitra kerja pemerintah daerah di sektor pertanian, Komisi II DPRD Lampung, lanjutnya, akan terus mengawal agar program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Mikdar juga mengingatkan kelompok tani agar proaktif memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Menurutnya, bantuan pupuk organik cair diberikan secara gratis dan dapat diakses melalui pengelola di masing-masing desa.
“Jangan sampai fasilitas sudah ada, tetapi tidak dimanfaatkan maksimal. Ini peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.
Ia optimistis, jika program pupuk organik cair diperluas dan dimanfaatkan optimal, Lampung akan semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional dengan berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong hingga kedelai.
“Ke depan kita harapkan cakupannya makin luas, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh petani di Lampung,” pungkasnya.












