Lampung Ajukan Rp105 Miliar untuk Bangun Tanggul 11 Km di TNWK

Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan pembangunan tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk menekan konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Tanggul akan dibangun di Kecamatan Way Jepara, wilayah dengan frekuensi konflik tertinggi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, mengatakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah mengajukan permohonan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Gubernur Lampung mengajukan proposal sekitar Rp105 miliar kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk pembangunan tanggul pengaman. Kami terus melakukan tindak lanjut agar bisa direalisasikan tahun ini,” kata Yanyan, Senin 19 Januari 2026.

Menurut Yanyan, tanggul tersebut dirancang sebagai penghalang fisik agar gajah liar tidak keluar dari zona konservasi. Upaya ini dinilai penting untuk melindungi populasi gajah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di desa-desa penyangga TNWK.

“Tanggul pengaman dibutuhkan untuk membatasi pergerakan gajah agar tidak keluar dari kawasan Way Kambas dan menurunkan risiko konflik, baik bagi gajah maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tipologi konflik manusia dan gajah berbeda di setiap lokasi, sehingga strategi mitigasi harus disesuaikan dengan karakter wilayah. Konflik diklasifikasikan dari kategori ringan hingga berat, sehingga diperlukan kombinasi solusi teknis di sepanjang batas kawasan.

“Ada wilayah yang memerlukan tanggul, ada yang harus dipasang pagar kejut listrik, dan ada pula yang cukup dipagari kawat,” kata Yanyan.

Pembangunan infrastruktur mitigasi sepanjang 11 kilometer tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas patroli pengamanan habitat serta memperkuat kolaborasi antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempercepat realisasi rencana ini, mengingat keterbatasan anggaran di semua level pemerintahan.

“Kita perlu mencari sumber pembiayaan jangka panjang dan permanen untuk pengamanan batas taman nasional. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Yanyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *